Kamis, 23 Desember 2010

Block Grant Pembangunan Laboratorium IPA Tahun 2010

Tulisan Terkait :Block Grant Rehabilitasi Ruang SMP Tahun 2010


A.    Pemberian Dana Block Grant Pembangunan Laboratorium IPA
Peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dapat dicapai apabila didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
Dalam rangka semakin mencukupi kebutuhan minimal sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan  Pembangunan Laboratorium IPA yang pelaksanannya secara swakelola melalui partisipasi masyarakat dengan mekanisme subsidi langsung ke sekolah dan pelaksanaannya melibatkan pihak sekolah bersama komite sekolah serta masyarakat di sekitar lokasi sekolah. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam tekadnya untuk selalu melibatkan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara luas. Kegiatan harus dilaksanakan oleh masyarakat sendiri dan tidak boleh dikontrakkan pada pihak ketiga. Dengan demikian diharapkan sekolah dan masyarakat akan mempunyai rasa kepemilikan yang tinggi dan bertanggung jawab untuk senantiasa memelihara fasilitas yang ada tersebut agar bisa mempunyai manfaat yang sebesar-besarnya untuk kegiatan pembelajaran.
Berdasar pada kondisi nyata di SMPN 4 Semin termasuk salah satu sekolah yang sangat memerlukan Laboratorium IPA guna menunjang terlaksananya kegiatan belajar mengajar secara maksimal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


B.    Usulan Bantuan Dana Block Grant Pembangunan Laboratorium IPA
Usulan bantuan dana untuk  pembangunan laboratorium IPA  tahun 2010 di SMPN 4 Semin adalah senilai satu gedung laboratorium IPA  yang sesuai dengan standar yang berlaku. Dari usulan tersebut SMPN 4 Semin memperoleh alokasi dana blockgrant pembangunan Laboratorium IPA dengan nilai sebesar Rp 110.000.000,00. Dana tersebut merupakan dana stimulan yang belum mencukupi untuk membiayai pembangunan laboratorium IPA yang sesuai dengan Pembakuan Bangunan dan Perabot untuk SMP. Diharapkan dana stimulan ini dapat dilengkapi oleh Pemerintah Daerah agar pembangunan laboratorium IPA ini dapat selesai dan sesuai dengan standar yang berlaku. P2S menyiapkan dana pendamping dari sumbangan Komite Sekolah sebesar Rp 5.000.000,00, sehingga total dana yang dialokasikan dalam kegiatan pembangunan Laboratorium IPA ini sebesar Rp 115.000.000,00.

C.   Pelaksanaan Kegiatan

1.    Pengelolaan Kegiatan
Pelaksanaan Pembangunan Laboratorium IPA  dilaksanakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Sekolah dengan melibatkan peran masyarakat di sekitar sekolah. Untuk mewujudkan transparasi kepada masyarakat P2S mengadakan sosialisasi tentang kegiatan pembangunan laboratorium IPA dalam rapat komite sekolah. Disamping itu membuat papan informasi yang berisi tentang rincian kegiatan yang dilaksanakan, antara lain gambar pekerjaan, rencanan anggaran biaya, panitia pelaksana dan petunjuk teknis lainnya. P2S juga memasang papan nama kegiatan yang memuat informasi nama kegiatan, pelaksana kegiatan, tanggal mulai, rencana selesai, jumlah dana, dan sumber dana. Rapat koordinasi panitia juga dilaksanakan beberapa kali untuk membahas berbagai hal seperti perkembangan pekerjaan, pendanaan, pengembangan pekerjaan, dan evaluasi masalah dan solusi untuk rencana kegiatan berikutnya. Koordinasi dengan tenaga kerja juga dilakukan setiap saat untuk mengatasi permasalahan yang muncul dilapangan.

2.    Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Fisik
Kegiatan Pembangunan laboratorium IPA ini dimulai dengan pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul dan mendapatkan Ijin Mendirikan Bangunan  Nomor : 252/IMBIXI/2010. Kemudian persiapan  lokasi yang akan dibangun yaitu lahan di bagian sebelah utara gedung kelas. Persiapan berupa pembuatan jalan masuk untuk kendaraan pengangkut material, pembersihan lokasi dan meratakan tanah karena lokasi pembangunan laboratorium IPA ini tanahnya tidak rata, bersamaan dengan itu dilakukan pemasangan bouplank. Kegiatan dilanjutkan dengan penggalian tanah untuk pondasi dan pemasangan pondasi batu putih. Pekerjaan beton bertulang dan pekerjaan kusen serta daun pintu/jendela dilaksanakan bersamaan menyesuaikan dengan jadwal yang direncanakan. Pekerjaan pengolahan kayu untuk rangka atap dimulai hampir bersamaan dengan pekerjaan pasangan bata. Setelah tembok selesai pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan rangka atap dan dilanjutkan dengan pemasangan genting. Kegiatan fisik lainnya sebagaimana yang direncanakan dalam RAB adalah pemasangan kaca jendela sekaligus daun jendela dan pintu beserta kelengkapannya.
Dalam realisasinya P2S dapat mengembangkan pekerjaan diluar RAB yaitu plesteran dinding dan pelur lantai. Pengembangan ini didasarkan pada pertimbangan skala prioritas dan menyesuaikan dana yang tersedia. Diharapkan meskipun belum sempurna, bangunan laboratorium IPA ini dapat segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

D. Kendala dan Solusi

1.    Kendala
Dalam pelaksanaan kegiatan Pembangunan Laboratorium Sekolah SMPN 4 Semin terdapat beberapa kendala, antara lain :
  • Jadwal kegiatan bersamaan dengan kegiatan Rehabilitasi Ruang SMP sehingga terkendala dalam penyediaan tenaga kerja serta lokasi penyimpanan material
  • Lokasi pembangunan berada di tanah yang tidak rata sehingga memperlambat proses kegiatan.
  • Jalan menuju lokasi rusak sehingga pengiriman material bangunan mengalami kendala
  • Waktu pelaksanaan kegiatan bersamaan dengan perayaan Hari Raya Iedul Fitri dan beberapa kegiatan masyarakat sekitar yang mengakibatkan jadwal tertunda.
  • Hujan lebat yang sering terjadi memperlambat proses pembangunan dan pengiriman material.

2.    Solusi
Untuk mengatasi kendala sebagaimana disebutkan diatas, P2S melakukan tindakan yaitu :
  • Jadwal yang bersamaan dengan kegiatan Rehabilitasi Ruang SMP diatasi dengan memundurkan jadwal Pembangunan Laboratorium IPA dengan tetap memperhatikan waktu yang tersedia yaitu pekerjaan harus selesai sebelum akhir bulan Desember 2010, sehingga masalah penyediaan tenaga kerja dan lokasi penyimpanan material dapat diatasi.
  • Lokasi yang tidak rata diratakan bersamaan dengan pembuatan pondasi dengan memanfaatkan tanah galian pondasi dan kekurangannya ditambah dengan tanah urug
  • Jalan masuk menuju lokasi yang rusak diatasi dengan menambal bagian yang rusak dengan batu, sehingga sementara dapat dilalui kendaraan pengangkut material.
  • Pelaksanaan kegiatan menyesuaikan dengan waktu yang tersedia di sekitar perayaan Hari Raya Iedul Fitri, dan kegiatan kemasyarakatan seperti hajatan, dan gotong royong dusun untuk pembangunan jalan desa.
  • Pembangunan dilaksanakan dengan mengoptimalkan waktu dan kesempatan yang ada untuk menyiasati cuaca yang tidak mendukung
Foto Pembangunan Laboratorium IPA 0%

Foto Pembangunan Laboratorium IPA 25%
Foto Pembangunan  Laboratorium IPA 50%
Foto Pembangunan Laboratorium IPA 50%
Foto Pembangunan Laboratorium IPA 75%
  

Foto Pembangunan Laboratorium IPA 100%

Tulisan Terkait :Block Grant Rehabilitasi Ruang SMP Tahun 2010

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Favorit

Komentar

Chat Silaturahmi